AMBON — Memiliki wilayah geografis yang didominasi oleh lautan dan pulau-pulau, Provinsi Maluku menjadi salah satu daerah yang sangat bergantung pada transportasi perairan. Namun, kondisi geografis ini juga menyimpan kerentanan tinggi terhadap potensi masuknya barang-barang terlarang, khususnya jaringan peredaran gelap narkotika lintas pulau.
Menyadari ancaman tersebut, Kepolisian Daerah Maluku (Polda Maluku) mengambil langkah proaktif dengan memperketat pengawasan di titik-titik krusial transportasi laut. Salah satunya diwujudkan melalui operasi pemeriksaan ketat terhadap kapal-kapal penumpang dan barang yang berlabuh di Pelabuhan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Minggu (18/10/2026).
Peningkatan pengawasan ini tidak hanya melibatkan personel kepolisian semata, melainkan merupakan bentuk sinergi solid lintas instansi yang menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Sinergitas Tiga Pilar: Polda Maluku, BNN, dan TNI
Operasi pemeriksaan di Pelabuhan Tulehu tersebut dipimpin secara langsung oleh Kepala Subdirektorat (Kasubdit) 1 Direktorat Reserse Narkotika (Ditresnarkoba) Polda Maluku, Kompol Izaac Risambessy.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim bergerak secara terpadu mengombinasikan kekuatan dari berbagai unsur pertahanan dan keamanan, yang meliputi:
- Personel Ditresnarkoba Polda Maluku: Bertindak selaku tim penindak utama dan pelaksana pemeriksaan teknis.
- Petugas BNNP Maluku: Menyiapkan dukungan identifikasi zat serta deteksi dini penyalahgunaan narkotika.
- Babinsa Koramil 1504-04/Salahutu: Memberikan dukungan pengamanan wilayah darat dan pesisir.
Sinergitas tiga pilar ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memutus mata rantai penyelundupan narkoba sebelum sempat menyebar ke tengah masyarakat pemukiman pulau.
[ Tim Gabungan Operasi Laut ]
│
┌───────────────────────────┼───────────────────────────┐
▼ ▼ ▼
[ Ditresnarkoba ] [ BNNP Maluku ] [ Babinsa Koramil ]
(Penindakan Utama) (Deteksi & Identifikasi) (Pengamanan Pesisir)
│ │ │
└───────────────────────────┼───────────────────────────┘
│
▼
[ Pemeriksaan Kapal di Tulehu ]
Pemeriksaan Ketat Kapal dan Penumpang di Tulehu
Pelabuhan Tulehu selama ini dikenal sebagai pilar transportasi laut yang menghubungkan Kota Ambon dengan Pulau Seram, Saparua, Haruku, serta pulau-pulau kecil lainnya di Kepulauan Lease. Oleh karena itu, pemeriksaan dilakukan secara cermat terhadap armada kapal yang baru tiba maupun hendak berangkat.
Dalam giat pemeriksaan terpadu ini, petugas menyasar sebuah kapal yang membawa satu orang nakhoda beserta lima orang penumpang laki-laki. Tim gabungan langsung menghentikan kapal, memeriksa dokumen kapal, serta melakukan penggeledahan menyeluruh pada seluruh ruang kargo, kabin, hingga barang bawaan para penumpang.
Dari hasil pemeriksaan intensif yang berlangsung transparan tersebut, tim tidak menemukan adanya barang bukti berupa narkotika, psikotropika, zat adiktif lainnya, maupun barang-barang mencurigakan yang melanggar hukum. Kendati demikian, nihilnya temuan barang terlarang ini justru membuktikan bahwa upaya pengetatan jalur mampu memberikan efek cegah (deterrent effect) yang efektif bagi para pelaku kejahatan.
Penyempitan Ruang Gerak Jaringan Narkotika Lintas Pulau
Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol. Indra Gunawan, menegaskan bahwa pengetatan pengawasan di pintu-pintu masuk pelabuhan merupakan bagian dari strategi pencegahan (preventif) yang sangat vital.
“Pengawasan jalur transportasi laut menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mempersempit ruang peredaran gelap narkotika,” tutur Kombes Pol. Indra Gunawan.
Menurutnya, wilayah kepulauan kerap dimanfaatkan oleh jaringan peredaran gelap narkotika memanfaatkan dermaga-dermaga kecil atau kapal perintis untuk menyusupkan barang haram. Dengan kehadiran petugas secara rutin dan acak (random check), ruang gerak para penyelundup akan semakin terbatas dan berisiko tinggi untuk tertangkap.
Polda Maluku memastikan akan terus mengoptimalkan koordinasi lintas instansi secara berkala dan meningkatkan kewaspadaan melalui pemeriksaan rutin di berbagai simpul perhubungan laut dan udara di seluruh wilayah Hukum Polda Maluku.
Tabel Alur Pemeriksaan & Tindakan Operasional di Pelabuhan
Peran Aktif Masyarakat Sebagai Kunci Utama Keberhasilan
Di samping penegakan hukum dan razia fisik di lapangan, Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Maluku Kompol Izaac Risambessy menggarisbawahi pentingnya peran serta masyarakat pesisir, para nelayan, serta penyedia jasa transportasi laut dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.
Keberhasilan penanganan peredaran gelap narkotika di daerah kepulauan tidak akan dapat dicapai secara maksimal tanpa dukungan informasi yang akurat dari warga.
Oleh karena itu, Polda Maluku mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak ragu memberikan laporan atau informasi secepatnya apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar pelabuhan maupun perairan melalui saluran siaga (hotline) resmi kepolisian atau kantor polisi terdekat.
Sinergi antara aparat penegak hukum dan kesadaran tinggi masyarakat menjadi benteng terkuat dalam mewujudkan Maluku yang bersih dari cengkeraman bahaya narkotika (Bersinar).















